Lokalitas haji & umroh

Lokalitas haji & umroh

Haji & umrah tak murni aliran nabi muhammad saw. Ada budaya arab yg mendorong eksistensi ritual di makkah & sekitarnya itu.

Jauh sebelum rasullah mewartakan islam, beberapa orang arab telah laksanakan haji di bln dzul hijjah & umroh plus turki di terkecuali bln haji.

Aksi warga arab pra kenabian muhammad disaat haji sama bersama yg dilakukan umat islam sampai ketika ini. Mereka bertalbiyah, berpakain ihrm, berthawf, bersa`i, bertahalul, berwuqf di arafah, bermalam di muzdalifah & di mina pula melempar batu jumrah.

Ketika berumroh (haji mungil) mereka serta tak lakukan gerakan haji di arafah, muzdalifah & mina. Yg mereka melakukan merupakan pengucapan pemenuhan panggilan tuhan (talbiyah), pemakaian baju tidak berjahit tidak dengan tutup kepala & tutup mata kaki (ihram utk cowok) mengelilingi ka`bah jumlahnya tujuh putaran (thawf), berlari-lari mungil di antara shafa & marwa (sa`i) & memotong rambut (tahalul).

Mereka laksanakan ritual tersebut dikarenakan memuja ka`bah & makkah, pun mengagungkan ibrahim & anaknya yg bernama ismail. Bagi mereka, ismail yakni pioner orang arab. Dengan ayahnya, ismail diyakini sbg pembangun ka`bah.

Bangunan berbentuk kubus itu dimuliakan oleh bangsa arab. Aktivitas nabi ibrahim as. Dgn anak (nabi ismail as.) & istrinya (hajar) di ka`bah & kira kira makkah direkam oleh bangsa arab & diulangi yang merupakan ritual haji & umroh.

Betapa penduduk arab menyanjung ka`bah, makkah & gerakan haji & umroh mampu disimak dari syair zuhair ibn abu salma. Penyair arab klasik yg wafat 54 thn sebelum hijrah itu bersajak:

Saya bersumpah dgn hunian yg dikelilingi # pria-pria dari quraisy & tetangga mereka.

Sesudah muhammad memproklamirkan diri sbg nabi & rasul, penyanjungan ibrahim, ismail, ka`bah & makkah konsisten berlanjut. Haji & umroh serta terus dilaksanakan oleh pengikutnya sampai waktu ini. Al-quran memantapkan seluruh itu.

Di surat maryam ayat 54, al-quran menyebutkan ismail juga sebagai orang yg janjinya sanggup diakui (shdiqal wa`d). Di surat al-baqarah ayat 127, al-quran menyebut bahwa pendiri ka`bah yaitu ibrahim & ismail. Ayat 125 surat al-baqarah menetapkan area ibrahim membangun ka`bah sbg ruangan shalat. Ayat 97 surat ali imran menjamin keamanan bagi orang yg masuk makkah. Ayat 158 surat al-baqarah mengafirmasi ritual haji & umroh.

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa haji & umrah yg dilakukan umat islam sampai diwaktu ini yaitu kelanjutan ritual arab kuno. Ada lokalitas yg khas di dalam pelaksaan haji & umroh.

Seandainya haji & umroh terkait erat bersama budaya arab, apakah orang non arab yg miliki budaya lain mesti melaksanakannya? Adakah nilai-nilai universal haji & umroh yg mendorong orang islam dari latar belakang manapun buat menjalankannya? Pertanyaan terakhir itu dapat dijawab oleh tulisan berikutnya, yg berjudul “universalitas haji & umroh”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *